Pada suatu hari, Fayakhun Andriadi bertemu dengan anak-anak kecil dan
bercerita tentang Gajah yang baik hati. Berikut cerita yang disampaikan oleh Fayakhun Andriadi:
Fayakhun Andriadi
memulai cerita, Tindakkan Kancil masuk
kedalam itu merupakan tindakan yang sangat ceroboh. Ia tidak berpikir bagaimana
caranya ia naik ke atas bila sudah berada di dalam kolam tersebut. Beberapa
kali Kancil mencoba untuk memanjat tetapi ia tidak bisa sampai ke atas.
‘’Tolong.’’ Toloooonggggg..!’’
Si Kancil tidak bisa
berbuat apa-apa. Ia hanya berteriak meminta tolong. Teriakan si Kancil ternyata
terdengar oleh sang Gajah yang kebetulan sedang berjalan melewati tempat itu.
‘’Hai, siapa yang ada di kolam itu?’’ cerita Fayakhun Andriadi.
“Aku…
tolong aku..! jawab si Kancil.
“Siapa
kau?’’ Tanya Gajah.
‘’Aku..
si Kancil sahabatmu.’’
‘’Kenapa
kamu bisa di dalam kolam ini? Dan berteriak meminta tolong.’’
Kancil
terdiam sesaat mencari akal agar Gajah mau menolongnya.
‘’Tolong
aku mengangkat ikan ini.’’
“Yang
benar kau mendapat ikan?’’
‘’Bener..benar
! aku mendapatkan ikan yang sangat besar.’’
‘’Tapi
bagaimana caranya aku turun kebawah.’’
‘’Sebaiknya
kamu langsung turun saja kebawah. Sebab jika tidak cepat-cepat ikan ini bisa
lepas.!’’
Gajah
berpikir sejenak. Bisa saja ia turun ke bawah dengan mudah tetapi bagaimana
jika naiknya nanti.
‘’Cil.
Mana ikan yang kau dapatkan ?’’
‘’Ada
di sepasang kakiku.’’ Kata Kancil.
‘’Kalau
aku menolongmu. Lalu bagaimana caranya aku naik dari kolam ini.?’’
Kini
Kancil terdiam. Ia tidak menyangka gajah dapat berpikir sejauh itu. Tidak
seperti dirinya, karena kehausan langsung terjun kedalam kolam. Tanpa berpikir
akibatbya.
‘’Kau
mau memanfaatkanku ya Cil?’’ kau akan menipuku untuk kepentingan dan
keselamatanmu sendiri?’’ Tanya Gajah.
Kancil
hanya terdiam.
‘’Sekali-kali
kamu harus diberi pelajaran.’’ kata Gajah sambil meninggalkan tempat itu.
‘’Waduh..
Pak Gajah. Aku mohon tolonggggg….!’’
Gajah
tidak mendengarkan teriakan Kancil. Kancil mulai putus asa. Semakin lama berada
di tempat itu Kancil mulai merasa kedinginan.
‘’Toolongg..
tolongggg.’’
Hingga
menjelang sore tidak ada seekor binatang yang mendengar teriakannya.
‘’Aduh
gawat! Aku benar-benar akan mati kaku di tempat ini.’’ Kancil mulai
membayangkan akhir hidupnya ditempat ini.
Lalu
Kancil berteriak dengan keras.’’ Wahai langit dan bumi! Dan seluruh binatang
yang berasa di hutan. Aku bersumpah tidak akan menipu untuk kepentinganku dan
keselamatanku sendiri, kecuali……!
Ketika
Kancil mengucapkan kata kecuali, Kancil sengaja mengecilkan suaranya sehingga
hampir tidak terdengar lagi. Tak di sangka ternyata Gajah tiba-tiba muncul di
tepi kolam. Ternyata Gajah tidak benar-benar meninggalkan Kancil sendirian dan
sengaja menyembunyikan dirinya. Ia penasaran mendengar ucapan kancil yang
terakhir.
“Kecuali
apa?’’ tanya Gajah penasaran.
Kancil
terkejut mendengar suara Gajah.
‘’Pak
Gajah? Kau kembali lagi?’’
‘’Jawab
pertanyaanku Cil. Kecuali apa?’’
‘’Hmm.
Kecuali terpaksa untuk menyelamatkan diri. Karena aku hewan kecil yang serimg
terancam oleh Harimau, Singa, Srigala, dan binatang lainnya yang jahat.’’
‘’Oh
begitu..?’’ sahut Pak Gajah. ‘’Sekarang apakah kamu sudah sadar? Dan akan
berjanji tidak akan menipu, jahil, iseng dan perbuatan yang merugikan binatang
lain?’’
‘’Benar
Pak Gajah.’’
‘’Betul?’’
Betul
Pak Gajah, saya benar-benar berjanji.’’
‘’Baiklah
sekarang aku akan menolonhmu Cil.’’ Kata Gajah.
Gajah
menjulurkan belalainya yang sangat panjang untuk menangkap Kancil dan
mengangkatnya ke atas. Begitu sampai di atas Kancil berkata.
‘’Terima
kasih Pak Gajah! Saya tidak akan pernah melupakan kebaikanmu ini.’’
Sejak
itu Kancil menjadi binatang yang sangat baik. Ia tidak lagi berbuat iseng
seperti yang pernah ia lakukan pada beruang dan binatang-binatang yang lainya.
Komentar
Posting Komentar